2 Maret 2010 adalah 190 tahun Eduard Douwes Dekker alias Multatuli, sang penulis buku Max Havelaar, yang mengisahkan sikap kolonial Belanda di Indonesia abad ke-19.
123 tahun setelah wafatnya Multatuli (19 Februari 1887), idenya masih tetap abadi. Max Havelaar bahkan menjadi lambang bahan pangan yang dihasilkan dan dijual guna membantu perekonomian produsen kecil.
Multatuli Genootschap yang mengelola Multatuli Museum, Amsterdam, bertujuan meningkatkan pengetahuan soal Multatuli dan menggarisbawahi kepentingannya.




















Kirim komentar