Berakhirnya musim dingin di Eropa berarti juga berakhirnya musim flu, namun Eropa masih belum lepas dari bahaya Flu Meksiko.
Hampir setahun lalu dunia dikejutkan oleh merebaknya wabah Flu Meksiko. Namun demikian, jumlah korban tewas tidak setinggi yang diperkirakan, 'hanya' sekitar 17 ribu orang.
Menurut Osterhaus wabah Flu Meksiko berbeda dengan wabah flu yang biasa terjadi saat musim dingin di Eropa. H1N1 terutama menyerang populasi muda sementara dalam wabah flu biasa kebanyakan orang tua yang menjadi korban.
Cadangan vaksin
Minimnya jumlah korban diseluruh dunia menurut Osterhaus karena vaksinasi besar-besaran yang dilakukan di berbagai negara. Di masa depan upaya masal besar-besaran seperti itu akan silit.
"Kalau terjadi wabah lagi, orang harus diyakinkan bahwa kita butuh simpanan vaksin. Selain itu, kita juga sudah belajar dari Pandemi Flu Meksiko bahwa komunikasi yang jelas juga sangat penting," jelas Osterhaus.
Di wilayah selatan dunia, Virus H1N1 masih aktif. Afrika Selatan dan Austrlia sedang mempersiapkan kampanye baru untuk menghadapi musim flu karena datangnya musim dingin. Kemungkinan penyebaran virus dari selatan ke utara masih sangat besar karena perpindahan manusia.























Kirim komentar